Daerah Pertumbuhan Pada Ujung Akar, Letak Dan Ciri-Cirinya

Posted on
– Daerah Pertumbuhan. Akar merupakan organ flora yang berperan aktif dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tak hanya berfungsi sebagai penopang yang memperkokoh berdirinya tumbuhan, akar juga berfungsi untuk menyerap nutrisi atau garam-garam mineral dari dalam tanah. Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya, bahwa nutrisi merupakan faktor luar yang sangat besar lengan berkuasa terhadap pertumbuhan. Agar sanggup berfungsi dengan baik, tentu akar juga harus tumbuh dan berkembang. Seiring dengan pertumbuhan akar, maka pertumbuhan flora juga akan berlangsung. Dengan akar yang kuat dan sehat, flora sanggup menyerap garam-garam mineral dari dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya secara optimal.

Pertumbuhan Akar

Pada akar flora terdapat titik tumbuh primer yang mendukung pertumbuhannya. Titik tumbuh merupakan potongan pada akar yang mengalami pertumbuhan paling cepat. Tiap potongan akar terdapat kecepatan tumbuh yang berbeda-beda. Bagian yang paling cepat tumbuh merupakan potongan belakang ujung akar. Semakin jauh dari ujung akar, maka semakin kecil laju pertumbuhannya. 
Daerah pertumbuhan yang berada di belakang ujung akar dibedakan menjadi empat kawasan yaitu tudung akar, kawasan meristem, kawasan pemanjangan, dan kawasan pendewasaan.

Berdasarkan kecepatan pertumbuhannya, terdapat tiga titik tumbuh primer pada akar, yaitu :

  1. Daerah Pembelahan (Cleavage)
    Daerah pembelahan merupakan kawasan titik tumbuh yang paling cepat pertumbuhannya alasannya yaitu pada kawasan ini terdapat dua kawasan pertumbuhan yaitu kawasan tudung akar (kaliptra) dan kawasan meristem.

    Pertumbuhan pada kawasan ini berlangsung cepat alasannya yaitu pada kawasan ini terdapat sel-sel yang aktif membelah yaitu sel-sel pada jaringan meristem.

    Baca juga : Ciri-ciri dan Fungsi Jaringan Meristem.

    Tudung akar merupakan potongan yang paling erat dengan ujung akar. Kaliptra berfungsi untuk mensekresikan cairan polisakarida yang membantu akar menembus tanah.

    Selain itu tudung akar juga berfungsi untuk melindungi kawasan meristem dan titik tumbuh yang masih lemah, serta mengambil air dan mineral dari tanah namun dalam jumlah yang kecil.

    Di belakang tudung akar terdapat kawasan meristem. Pada kawasan ini terdapat jaringan meristem apikal yang merupakan sentra pembelahan sel untuk menghasilkan meristem primer yang akan dipakai untuk mengmenggantikan sel-sel yang telah tanggal dari tudung akar.

    Dengan demikian tudung akar akan tetap terbaruhi dan kawasan meristem tetap terlindungi.

    Daerah pembelahan terdapat sedikit karakteristik, yaitu :

    • Ukuran dan bentuk sel-selnya relatif sama dan tersusun rapat
    • Sel-selnya sangat aktif melaksanakan pembelahan dan pertumbuhan
    • Memerlukan kaya karbohidrat untuk membangun dinding sel
    • Daya tahan terhadap zat kimia dan radiasi cahaya rendah
  2. Daerah Pemanjangan (Elongasi)
    Daerah pemanjangan merupakan kawasan yang terletak di belakang kawasan pembelahan. Daerah ini berada di antara kawasan pembelahan dan kawasan pendewasaan. Karena sudah lebih jauh dari ujung akar, maka kecepatan pertumbuhan di kawasan pemanjangan tak secepat di kawasan pembelahan. Meski demikian, sel-sel pada kawasan ini masih aktif membelah.

    Baca juga : Klasifikasi Tumbuhan Berdasarkan Fotoperiodisme.

    Daerah pemanjangan sel berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Pemanjangan sel pada kawasan ini bertujuan untuk menekan ujung akar termasuk meristem supaya akar sanggup memanjang dan menembus tanah sesampai lalu bisa memopang flora untuk berdiri kokoh. Dengan begitu tumbuhan tak akan gampang tumbang.

     Akar merupakan organ flora yang berperan aktif dalam pertumbuhan dan perkembangan tumb DAERAH PERTUMBUHAN PADA UJUNG AKAR, LETAK DAN CIRI-CIRINYA

    Pemanjangan sel sanggup terjadi alasannya yaitu pada kawasan ini terdapat vakuola-vakuola sel yang berukuran besar sesampai lalu mecukupkan untuk menyerap air dalam jumlah yang besar.

    Penyerapan air dalam jumlah besar menyebabkan sel jadi memanjang alasannya yaitu pada sel tersebut terdapat hormon perentang sel yang berfungsi untuk merangsang dinding sel untuk merentang. Itu sebabnya, apabila pasokan air cukup maka akar akan lebih cepat tumbuh memanjang.

    Bagian akar yang merupakan kawasan pemanjangan terdapat karakteristik sebagai berikut :

    • Memiliki sel berukuran panjang
    • Sel-selnya masih aktif membelah
    • Pertumbuhannya lebih lambat dari kawasan meristem
    • Sel-selnya bisa memanjang 9 kali lebih panjang dari semula
    • Tahan terhadap zat kimia dan radiasi cahaya.
  3. Daerah Pendewasaan (Differensiasi)
    Daerah pendewasaan merupakan kawasan titik tumbuh yang berada di belakang dan bercampur dengan kawasan pemanjangan. Bagian ini merupakan potongan paling atas akar. Daerah ini merupakan tempat terjadinya spesialisasi sel-sel yang berasal dari kawasan pemanjangan. Differensasi bertujuan untuk menspesialisasikan struktur dan fungsi sel.
    Pada kawasan pendewasaan terdapat tiga lapisan yang menghasilkan tiga sistem jaringan, yaitu :
    1. Protoderm
      Protoderm merupakan lapisan terluar yang merupakan cikal bakal epidermis pada akar.
    2. Meristem Dasar
      Mersitem dasar merupakan lapisan kedua yang akan tumbuh menjadi parenkim korteks. Parenkim korteks merupakan jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks.
    3. Prokambium
      Lapisan paling dalam pada kawasan pendewasaan merupakan lapisan prokambium. Lapisan ini juga kerap disebut sebagai lapisan pusat. Lapisan inilah yang akan tumbuh menjadi silinder sentra dan berkas pengangkut (xilem dan floem).
    Berikut sedikit karakteristik kawasan pendewasaan :
    • Bentuk sel relatif bervariasi
    • Aktivitas pembelahan sel tak aktif
    • Pertumbuhannya lambat 
    • Sudah tahan terhadap radiasi cahaya dan zat kimia.
Baca Juga:   Struktur Inti Sel Dan Fungsi Nukleus