Kelainan Atau Gangguan Pada Sistem Gerak Manusia

Posted on

Rangka, tulang, otot, dan persendian merupakan komponen sistem gerak insan yang penting. Jika tulang dan persendian berada dalam kondisi normal dan sehat, maka insan sanggup bergerak dengan bebas tanpa hambatan. Akan tenamun, apabila rangka, tulang, dan persendian berada dalam kondisi terganggu atau mengalami kelainan, maka otomatis sistem gerak insan juga akan mengalami gangguan. Gangguan atau kelainan pada sistem gerak insan secara garis besar sanggup dikelompokkan menjadi dua penggalan yaitu gangguan pada rangka dan gangguan pada otot.

Gangguan dan kelainan pada sistem gerak insan sanggup terjadi alasannya ialah bermacam faktor antaralain faktor kekurangan vitamin D, faktor penyakit, faktor kecelakaan, dan kebiasaan badan yang salah dalam waktu yang lama.

Kelainan Pada Tulang

Gangguan pada rangka biasanya terjadi pada tulang dan persendian. Gangguan atau kelainan yang terjadi sanggup alasannya ialah faktor kecelakaan, gangguan virus, faktor nutrisi, dan faktor kebiasaan yang salah.

Penyakit Tulang Akibat Kekurangan Vitamin D
Vitamin D merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan untuk membantu proses pembentukan tulang (osifikasi). Oleh alasannya ialah itu, kita harus memkonsumsi vitamin D dalam jumlah yang cukup semoga pertumbuhan tulang tak terhambat. Penyakit pada tulang yang timbul tanggapan kekurangan vitamin D antaralain rakitis dan osteomalasia.

Rakitis
Rakitis merupakan peyakit tulang yang biasanya dialami tanggapan kekurangan vitamin D pada masa anak-anak. Kelainan yang muncul terlihat pada pertumbuhannya yang terganggu dengan bentuk kaki menyerupai karakter O atau karakter X.

Osteomalasia
Pada orang dewasa, kekurangan vitamin D sanggup mengakibatkan penyakit osteomalasia. Kondisi tersebut akan diperparah dengan kurangnya zat kapur. Osteomalasia ditandai dengan kondisi tulang yang ringkih dan lunak sesampai kemudian gampang patah.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah.

Penyakit Tulang Akibat Kecelakan
Gangguan atau kelainan yang terjadi pada rangka atau tulang insan sanggup terjadi tanggapan kecelakaan yang mengakibatkan patah atau rusaknya tulang. Gangguan tanggapan kecelakaan sanggup berupa memar dan fraktura atau patah tulang yang sanggup berakibat fatal.

Memar 
Memar merupakan gangguan yang terjadi pada selaput sendi. Sobeknya selaput sendi tanggapan kecelakaan biasanya disertai dengan lepasnya ujung tulang dari sendi.

Fraktur
Fraktura merupakan kondisi pata tulang yang secara umum terjadi tanggapan kecelakaan atau terjatuh.. Fraktur terdiri dari sedikit jenis yaitu fraktur simpel, farktur kompleks, fraktur green stick, dan fraktur comminuted.

Fraktur simpel merupakan gangguan patah tulang yang tak seputar organ lain contohnya otot sesampai kemudian organ tersebut tak mengalami kerusakan. Fraktur simpel masih termasuk gangguan ringan dan biasanya sanggup pulih dengan mudah.

Baca Juga:   Cara Kerja Otot Manusia

Berbeda dengan faktur simpel, pada fraktur kompleks terjadi kerusakan otot atau kulit tanggapan tulang yang patah mencuat keluar sesampai kemudian baisanya tulang terlihat dari permukaan.

Fraktur green stick merupakan patah tulang sebagian atau pada salah satu sisi tulang sesampai kemudian tak mengakibatkan tulang terpotong menjadi dua bagian.

Fraktur comminuted merupakan gangguan retak tulang pada sedikit penggalan namun retakan tersebut masih tertahan dalam otot sesampai kemudian timbul pembengkakkan dan penggumpalan pembuluh darah.

Berdasarkan hubungannya dengan dunia luar, fraktur atau patah tulang sanggup dibedakan menjadi dua jenis yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka.

Fraktur tertutup merupakan kondisi patah tulang dimana tulang yang patah tak merobek kulit sesampai kemudian kulit masih utuh. Sedangkan fraktur terbuka, tulang yang patah menonjol ke luar dan merobek kluti sesampai kemudian rentan terhadap infeksi.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit Pada Sistem Pencernaan Makanan.

Penyakit Tulang Akibat Infeksi
Gangguan atau kelainan pada tulang insan juga sanggup terjadi tanggapan gangguan virus atau kuman sesampai kemudian mengakibatkan infeksi pada tulang. Penyakit pada tulang atau sendi yang terjadi tanggapan infeksi merupakan layu semu atau layuh sendi.

Layuh semu merupakan kondisi layuh pada tulang tanggapan infeksi oleh kuman sifilis. Biasanya layuh semu terjadi apabila bayi dalam kandungan terinfeksi oleh kuman sifilis dan mengakibatkan tulang menjadi layuh atau lemas sesampai kemudian tak sanggup menopang tubuh.

Kelainan Tulang Akibat Kebiasaan Salah
Kebiasaan perilaku badan yang salah yang dilakukan dalam waktu yang usang sanggup mengakibatkan kelainan atau gangguan pada rangka manusia. Gangguan tanggapan kebiasaan yang salah antaralain lordosis, kifosis, dan skoliosis.

Lordosis
Lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang yang mengakibatkan badan membusung. Hal itu terjadi alasannya ialah tulang leher dan panggul terlalu membengkok ke depan.

Kifosis
Kifosis merupakan kelainan pada tulang punggung yang terlalu membengkok ke belakang. Kelainan ini mengakibatkan badan menjadi bungkuk. Gangguan ini terjadi alasannya ialah kebiasaan membawa beban yang berat di penggalan punggung.

Skoliosis
Skoliosis merupakan kelainan pada ruas-ruas tulang belakang yang membengkok ke samping. Kelainan ini mengakibatkan badan melengkung ke kiri atau kanan membentuk karakter s. Skoliosis sanggup terjadi tanggapan perilaku duduk yang salah.

Baca juga : Gangguan atau Penyakit Pada Sistem Pernapasan.

Gangguan Tulang Akibat Kerusakan Selaput
Kelainan atau gangguan tulang yang terjadi tanggapan kerusakan selaput pembungkus tulang disebut nekrosa. Nekrosa merupakan kondisi matinya sel tulang tanggapan rusaknya periosteum sesampai kemudian tulang tak tumbuh. Rusaknya selaput pembungkus tulang atau periosteum mengakibatkan tulang tak memperoleh makanan sesampai kemudian menjadi kering.

Baca Juga:   Daerah Pertumbuhan Pada Ujung Akar, Letak Dan Ciri-Cirinya

Gangguan Tulang Osteoporosis
Osteoporosis merupakan gangguan pada tulang yang ditandai dengan keadaan tulang yang keropos dan lunak. Osteoporosis kerapkali dikaitkan dengan uisa lanjut. Berdasarkan penyebabnya, oseteoporosis sanggup dibedakan menjadi senilis, postmenopausal, sekunder, dan juvenil idopatik.

Osteoporosis Senilis
Gangguan tulang tanggapan kekurangan kalsium yang berafiliasi dengan usia dan ketakseimbangan antara kecepatan hancurnya tulang dengan pembentukan tulang yang baru. Kondisi ini biasanya hanya terjadi pada usia lanjut.

Osteoporosis Postmenopausal
Gangguan tulang yang terjadi tanggapan kekurangan estrogen. Estrogen merupakan hormon utama pada perempuan yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Gangguan ini biasanya timbul pada perempuan yang berusia 51-75 tahun atau sanggup pula timbul di usia lebih mudah.

Osteoporosis Sekunder
Gangguan tulang yang dialami oleh sebagian kecil penderita osteoporosis tanggapan keadaan medis lainnya atau alasannya ialah efek obat-obatan. Penyakit ini juga sanggup timbul tanggapan efek dari gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal yang berlebihan.

Osteoporosis Juvenil Idopatik
Gangguan ini merupakan jenis osteoporosis yang tak diketahui penyebabnya secara pasti. Biasanya terjadi pada bawah umur atau orang cukup umur yang terbilang masih muda serta terdapat kadar hormon yang normal. Selain itu hormon juga berfungsi secara normal begitupula kadar vitamin yang dibutuhkan. Kondisi ini membuat penyebab rapuhnya tulang masih belum sanggup dipastikan.

Baca juga : Kelainan atau penyakit Pada Sistem Ekskresi.

Kelainan Pada Persendian

Kelianna atau gangguan pada persendian sanggup terjadi tanggapan sedikit faktor menyerupai pergeseran, pembengkakan, infeksi kuman, dan sebagainya. Beberapa kelainan pada persendian antaralain dislokasi, ankilosis, terilir, dan artritis.

Dislokasi
Dislokasi merupakan pergeseran sendi dari kedudukan semula alasannya ialah sobek atau tertariknya ligamen. Dislokasi juga sanggup terjadi tanggapan fraktur atau patah tulang kompleks.

Ankilosis
Ankilosis merupakan suatu keadaan persendian yang tak sanggup dipakai alasannya ialah seperti menyatu. Menyatunya sendi mengakibatkan sulit untuk melaksanakan gerakan.

Terkilir
Terkilir atau keselo merupakan gangguan sendi yaitu tertariknya ligamen ke posisis yang tak sesuai tanpa disertai pergeseran sendi. Biasanya terkilir terjadi tanggapan gerakan yang tiba-tiba atau gerakan yang sulit dilakukan.

Artritis
Aartritis merupakan peradangan yang terjadi pada sendi atau kerap disebut radang sendi. Peradangan sendi sanggup diedakan menjadi 4 penggalan yaitu artritis gout, artritis sika, artritis eksudatif, dan osteoartritis.

Baca Juga:   Jenis-Jenis Hormon Yang Mensugesti Pertumbuhan Tanaman

Artritis gout merupakan penimbunan asam urat pada sendi yang mengakibatkan pembengkakan sendi. Umumnya terjadi pada jari-jari tangan dan mengakibatkan ruas jari membesar dan terasa sakit apabila digerakkan. Gangguan ini disebut juga artritis reumatoid.

Artritis sika merupakan peradangan sendi tanggapan infeksi kuman gonorea dan sifilis yang mengakibatkan berkurangnya pelumas pada sendi sesampai kemudian sendi menjadi kaku.

Artritis Eksudatif merupakan gangguan sendi yaitu terisinya ronda sendi oleh cairan getah radang. Pearadngan sendi ini biasanya terjadi tanggapan serangan kuman.

Osteoartritis merupakan gangguan sendi yang ditandai dengan menipisnya tulang rawan sesampai kemudian mengalami degenerasi yang mengakibatkan terjadinya gangguan apabila sendi digerakkan.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit Pada Sistem Regulasi.

Gangguan Pada Otot

Gangguan atau kelainan yang terjadi pada otot sanggup berupa penurunan fungsi otot, pembesaran otot, kejang, dan otot kaku. Beberapa gangguan otot antaralain atrofi otot, hipertropi otot, distrofi otot, tetanus, miastenia gravis, kaku, dan kram.

Atrofi 
Artrofi merupakan gangguan pada otot yang ditandai dengan mengecilnya otot sesampai kemudian kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Artrofi mengakibatkan penurunan fungsi otot dan biasanya terjadi tanggapan serangan penyakit poliomielitis.

Hipertrofi
Hipertrofi merupakan gangguan pada otot yang ditandai dengan membesarnya otot secara berlebihan. Gangguan ini mengakibatkan pembesaran otot dan biasanya terjadi tanggapan latihan fisik yang terlalu keras.

Distrofi
Distrofi otot merupakan gangguan pada otot aibat kelainan genetik yang mengakibatkan otot mengalami penurunan fungsi dan tak sanggup menjalankan fungsinya secara normal.

Tetanus
Tetanus merupakan otot yang terus menerus berkontraksi sesampai kemudian mengakibatkan kejang atau tonus. Tetanus biasanya disebabkan oleh kuman Clostridium tetani.

Kram
Kram merupakan kondisi otot kelelahan. Otot mengalami kelelahan tanggapan terus menerus melaksanakan kegiatan atau terus-menerus berkontraksi sesampai kemudian menimbulkan kram.

Kaku Leher
Kaku leher atau stiff merupakan peradangan yang terjadi pada otot trapesius leher sesampai kemudian leher terasa kaku dan saki ketika digerakkan. Kaku leher biasanya terjadi tanggapan kesalahan gerak atau kesalahan posisi tidur.

Miestia Gravis
Miestia gravis merupakan gangguan otot yang ditandai dengan melemahnya otot secara berangsur-angsur sesampai kemudian mengakibatkan kelumpuhan. Miestia gravis terjadi alasannya ialah penurunan imunitas atau gangguan pada kelenjar tiroid. Selain membuat otot menjadi lemah, penyakit ini juga sanggup mengakibatkan kematian.