Kelainan Atau Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah

Posted on

Sistem peredaran darah merupakan salah satu sistem kehidupan yang terdapat kiprah penting bagi kelangsungan hidup manusia. Darah bagaikan sungai yang mengalir dalam badan kita. Jika kehilangan kaya darah, maka nyawa akan terancam. Begitupula halnya apabila terjadi gangguan pada sistem peredaran darah. Kondisi badan yang sehat identik dengan sistem peredaran darah yang lancar. Hal itu tak terlepas dari sedikit fungsi darah yang sangat vital bagi kelangsungan hidup.

Darah berfungsi untuk mengangkut oksigen dan sari masakan ke jaringan di seluruh tubuh. Selain itu, darah juga berfungsi untuk mengedarkan hormon hasil eksresi dari kelenjar hormon ke belahan badan yang membutuhkan.

Jika sistem peredaran darah lancar, maka fungsi-fungsi utama darah akan berjalan dengan optimal. Artinya kebutuhan oksigen dan sari masakan yang diharapkan oleh jaringan di seluruh badan akan terpenuhi. Sebaliknya, apabila sistem peredaran darah tak lancar maka akan mengakibatkan sedikit gangguan dalam tubuh.

Selain fungsi utama tersebut, darah juga berfungsi untuk melawan bibit-bibit penyakit yang masuk ke tubuh. Itu sebabnya dikala sistem peredaran darah lancar, badan cenderung lebih sehat alasannya ialah bibit penyakit yang masuk berhasil dikalahkan.

Sistem peredaran darah melibatkan sedikit komponen yang bekerja sama yaitu darah, pembuluh darah, dan jantung. Gangguan atau penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah berkaitan dengan gangguan pada masing-masing komponen tersebut.

Dengan demikian, secara garis besar gangguan atau penyakit pada sistem peredaran darah sanggup dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu kelainan pada darah, penyakit pada pembuluh darah, dan penyakit atau gangguan pada jantung.

Baca juga : Gangguan atau Penyakit pada Sistem Pencernaan Makanan.

Kelainan Pada Darah

Kelainan atau gangguan yang terjadi pada darah berafiliasi dengan abjad darah, jumlah sel darah, dan penurunan fungsi darah. Beberapa kelainan pada darah antaralain hemofilia, anemia, leukimia, leukopeni, hipotensi, hipertensi, talasemia, dan penyakit kuning pada bayi.

Baca Juga:   Jenis-Jenis Karbohidrat, Sumber, Dan Fungsinya

Hemofilia
Hemofilia merupakan kondisi kelainan darah yang ditandai dengan darah sukar membeku. Hemofilia merupakan kelainan atau penyakit yang disebabkan oleh faktor genetis atau keturunan.

Leukimia
Leukimia merupakan penyakit yang ditandai dengan jumlah sel-sel darah putih jauh di atas normal. Jumlah sel darah putih yang berlebihan terjadi tanggapan pembelahan yang tak terkendali. Leukimia juga dikenal sebagai kanker darah.

Leukopeni
Leukopeni merupakan penyakit yang ditandai dengan berkurangnya jumlah sel-sel darah putih sesampai kemudian fungsi-fungsi sel darah putih tak berjalan optimal. Salah satu penyebab leukopeni merupakan penyakit tifus.

Anemia
Anemia atau kurang darah merupakan kondisi yang terjadi alasannya ialah kurangnya kadar Hemoglobin Hb atau jumlah zat besi dalam darah. Kondisi ini mengakibatkan jumlah sel-sel darah merah berkurang. Anemia juga sanggup dialami oleh korban kecelakaan yang kaya kehilangan darah.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit pada Sistem Pernapasan.

Talasemia
Talasemia merupakan penyakit menurun yang ditandai dengan berkurangnya kemampuan sel-sel darah merah dalam mengikat oksigen dan karbondioksida sesampai kemudian bentuknya menjadi tak beraturan.

Hipotensi
Hipotensi merupakan penyakit yang ditandai dengan tekanan darah jauh di bawah normal yaitu lebih rendah dari 100 mmHg. Tekanan darah yang rendah tak mencukupi untuk perfusi dan oksigenasi jaringan adekuat. Hipotensi biasa disebut tekanan darah rendah.

Hipertensi
Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan tekanan darah jauh di atas normal yaitu lebih besar dari 140 mmHg. Kondisi ini terjadi alasannya ialah jumlah darah yang dipompah oleh jantung melebihi daya tampung dinding arteri. Hipertensi biasa disebut tekanan darah tinggi.

Penyakit Kuning
Penyakit kuning pada bayi (eritroblastosis fetalis) merupakan penyakit yang ditandai dengan rusaknya eritrosit embrio tanggapan aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu bergolongan darah Rh dan embrio Rh+. Penyakit ini terjadi pada kandungan kedua.

Baca Juga:   Organ Reproduksi Dan Alat Kelamin Manusia

Baca juga : Kelainan atau Penyakit pada Sistem Ekskresi.

Gangguan Pada Pembuluh Darah

Gangguan atau penyakit pada sistem peredaran darah yang berafiliasi dengan pembuluh darah sanggup diakibatkan oleh sedikit hal menyerupai pelebaran, pergeseran, atau penyumbatan pembuluh darah. Beberapa gangguan pada pembuluh darah antaralain varises, hemoroid, ateriosklerosis, athirosklerosis, embolus dan trombus.

Varises
Varises merupakan pelebaran pembuluh darah di area betis. Varises ditandai dengan melebarnya pembuluh balik atau vena sesampai kemudian terlihat membesar dan menonjol di permukaan kulit. Penyakit ini biasanya sanggup timbul pada orang yang terlalu kerap berjalan jauh.

Hemoroid
Hemoroid atau ambeien merupakan gangguan pembuluh darah yang ditandai dengan pelebaran pembuluh darah di sekitar anus. Penderita hemoroid mengalami pelebaran pembuluh balik di sekitar anus tanggapan terlalu kaya duduk, kurang bergerak, atau alasannya ialah terlalu berpengaruh mengejan.

Arteriosklerosis
Arteriosklerosis merupakan gangguan yang ditandai dengan pengerasan pembuluh nadi tanggapan adanya endapan zat kapur. Adanya timbunan atau endapat zat kapur mengakibatkan pembuluh nadi mengeras dan mengalami penebalan dinding sesampai kemudian elastisitas arteri berkurang.

Athirosklerosis
Athirosklerosis merupakan gangguan pembuluh darah yang ditandai dengan pengerasan pembuluh nadi tanggapan adanya endapan lemak. Adanya endapan atau timbunan lemak mengakibatkan timbulnya plak ateromatus sesampai kemudian terjadi peradangan.

Trombus dan Embolus
Trombus merupakan gangguan pembuluh darah yang ditandai dengan tersumbatnya pembuluh darah alasannya ialah benda yang tak bergerak. Sedangkan embolus merupakan penyumbatan pembuluh darah tanggapan benda yang bergerak.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit pada Sistem Koordinasi.

Kelainan Pada Jantung 

Kelainan atau penyakit pada jantung yang mengakibatkan terganggunya sistem peredaran darah yang paling umum terjadi merupakan miokarditis, infark miokard, kelainan katup jantung, jantung koroner, gagal jantung kongestif, kardiomiopati, arritmia, dan penyakit jantung rematik.

Baca Juga:   Dampak Negatif Bioteknologi Bagi Kehidupan

Miokarditis
Miokarditis merupakan penyakit jantung berupa peradangan pada otot jantung. Penyakit ini ditandai dengan peradangan otot jantung yang terletak pada belahan tengah atau miokardium dinding jantung.

Kardiomiopati
Miokarditis yang berkelanjutan akan mengakibatkan kardiomiopati yaitu kerusakan pada otot jantung sesampai kemudian dinding-dinding jantung tak bergerak secara tepat dikala memompah darah. Kardiomiopati berpotensi menjadikan gagal jantung.

Infark Miokard
Infark miokard merupakan kematian otot jantung tanggapan penyumbatan pada arteri koroner. Akibatnya otot jantung tak memperoleh suplai darah dan mengalami kerusakan.

Kelainan Katup Jantung
Sesuai dengan namanya, gangguan ini terjadi alasannya ialah adanya kelainan pada katup jantung. Kelainan pada katup jantung mengakibatkan fungsi katup untuk mengendalikan pedoman darah di dalam jantung menjadi bermasalah. Kelainan yang timbul sanggup berupa pengecilan, kebocoran, atau tak menutup secara sempurna.

Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan gangguan pada jantung tanggapan penyempitan arterikoronaria yang mengangkut oksigen ke jantung.

Gagal Jantung Kongesif
Gagal jantung ditandai dengan berkurangnya kemampuan jantung untuk memompah darah ke seluruh tubuh. Dengan kata lain, kiprah jantung untuk memompah darah tak berjalan efektif. Hal ini terjadi alasannya ialah jantung tak lagi bisa memompah menyerupai biasanya.

Aritmia
Aritmia merupakan kelainan jantung yang berkaitan dengan irama atau detak jantung. Aritmia ditandai dengan detak jantung yang tak normal (lebih cepat atau lebih lambat) tanggapan gangguan rangsang dan penghantaran rangsang jantung yang berat atau ringan.

Penyakit Jantung Rematik 
Jantung rematik merupakan gangguan pada jantung yang ditandai dengan kerusakan katup jantung tanggapan demam rematik yang disebabkan oleh basil streptokokus.