Kelainan Atau Penyakit Pada Sistem Regulasi Koordinasi

Posted on

Pengaturan semua kegiatan tubuh dilakukan oleh sistem koordinasi. Sistem koordinasi atau sistem regulasi merupakan sistem organ yang melibatkan sistem saraf (otak dan tulang belakang), sistem endokrin (hormon hipofisis dan epifisis), dan kelima alat indera. Karena sistem regulasi mengatur bermacam kegiatan tubuh, maka sistem ini akan sangat menghipnotis kelangsungan hidup manusia. Jika sistem regulasi terganggu, maka sedikit kegiatan tubuh juga akan terganggu. Karena melibatkan sistem saraf, sistem endokrin, dan alat indra, maka gangguan yang terjadi pada sistem saraf sanggup dibagi menurut sistem atau organ yang mengalami gangguan.

Dengan demikian, kita akan mencoba mengelompokkan pembahasan menjadi tiga bagian, yaitu gangguan pada sistem saraf, gangguan pada sistem endokrin, dan gangguan pada alat indera.

Gangguan Pada Sistem Saraf

Gangguan pada sistem saraf sanggup terjadi alasannya ialah sedikit faktor ibarat kecelakaan, infeksi kuman, kekurangan nutrisi, faktor genetik, dan sebagainya. Beberapa penyakit atau gangguan saraf antara lain amnesia, stroke, cutter, migrain, vertigo, sakit kepala, alzheimer, meningitis, poliomielitis, epilepsi, neuritis, transeksi, parkinson, dan neurastonia.

Sakit Kepala
Sakit kepala merupakan gangguan saraf yang umum dialami oleh kaya orang. Gangguan pada saraf ini mengakibatkan penderita mengalami sakit pada penggalan kepala berupa pusing atau pening. Sakit kepala biasanya timbul alasannya ialah sistem saraf terlalu tegang.

Migrain
Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan kondisi medis yang ditandai dengan munculnya rasa sakit di salah satu penggalan kepala kiri atau kanan. Meski kerap dianggap sepele, migrain sanggup merusak sel-sel saraf otak apabila terus berkelanjutan.

Amnesia
Amnesia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan ketakmampuan penderita untuk mengenali insiden atau mengingat apa yang terjadi dalam suatu periode tertentu di masa lampau tanggapan goncangan batin atau alasannya ialah cedera otak.

Penderita amnesia biasanya akan lupa pada identitas diri, orang-orang terdekat, dan kejadian-kejadian yang sebelumnya ia ketahui dengan baik. Amnesia kerap dialami oleh korban kecelakaan.

Stroke
Stroke merupakan kondisi medis berupa kerusakan otak yang terjadi tanggapan pecahnya pembuluh darah di otak. Pembuluh darah otak menjadi pecah alasannya ialah adanya penyumbatan yang menghalangi fatwa darah atau alasannya ialah penyumbatan suatu emboli.

Stroke baisanya terjadi pada penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit ini mengakibatkan sebagian tubuh lumpuh dan wajah penderita menjadi tak simetris.

Baca juga : Kumpulan Soal dan Jawaban Sistem Koordinasi.

Cutter
Cutter merupakan suatu kondisi medis dimana penderita kerapkali melukai dirinya sendiri dengan bermacam cara ibarat menyayat urat nadi, memukul, mencekik, dan sebagainya. Gangguan ini biasa tiba ketika penderita lagi depresi, stress, atau bingung.

Baca Juga:   Struktur Membran Sel Dan Fungsinya

Meningitis
Meningitis merupakan gangguan saraf yang terjadi alasannya ialah meninges atau membran pelindung otak mengalami peradangan tanggapan infeksi virus, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Meningitis termasuk penyakit serius alasannya ialah sanggup mengakibatkan kerusakan kendali gerak, fikiran, bahkan kematian.

Poliomielitis
Poliomielitis merupakan penyakit saraf yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang neuron motor sistem saraf sentra yaitu pada otak dan medula spinalis. Gejala yang ditunjukkan oleh penyakit ini antaralain sakit kepala, demam, kaku duduk, otot sakit, kelumpuhan, dan sebagainya.

Epilepsi
Epilepsi merupakan kondisi medis yang ditandai dengan adanya gangguan penghantar impuls listrik pada sel-sel saraf sesampai kemudian penderita mengalami kejang-kejang dan mengeluarkan cairan ibarat busa dari mulutnya.

Epilepsi sanggup terjadi alasannya ialah adanya jaringan-jaringan parut di otak yang berasal dari bekas luka sewaktu kelahiran, alasannya ialah infeksi, stress berat pada kepala, penggunaan obat bius, atau alasannya ialah gangguan metabolisme.

Neuritis
Neuritis merupakan gangguan sistem saraf berupa peradangan saraf tanggapan imbas fisik yang terlalu berlebihan ibarat pukulan pada titik-titik saraf, patah tulang, dan sebagainya. Penyakit ini juga sanggup timbul tanggapan racun atau alasannya ialah kekurangan vitamin B1, B6 dan B12.

Transeksi
Transeksi merupakan kondisi medis yang ditandai dengan adanya kerusakan sebagian atau seluruh segmen tertentu dari medula spinalis. Kerusakan tersebut sanggup terjadi alasannya ialah jatuh dari daerah yang tinggi, tertimpa benda berat, atau alasannya ialah tembakan yang mengakibatkan tulang belakang hancur.

Parkinson
Parkinson merupakan penyakit saraf yang terjadi alasannya ialah berkurangnya neurotransmitter dopamin pada dasar ganglion. Penderita parkinson akan menunjukkan tanda-tanda ibarat gemetar ketika tidur, gemetar ketika memegang benda, sulit untuk bergerak, dan mengalami otot kaku.

Neurastonia
Neurastonia atau lemah saraf merupakan gangguan saraf tanggapan keracunan atau pembawaan lahir. Penderita lemah saraf biasanya gampang marah, kecil hati, dan selalu terlihat kurang bertenaga.

Baca juga : Kumpulan Soal dan Jawaban Sistem Gerak.

Gangguan Pada Sistem Endokrin

Gangguan sistem regulasi juga sanggup terjadi alasannya ialah adanya duduk masalah pada sistem endokrin atau hormon ibarat pembengkakan, defisiensi, gangguan fungsi, dan sebagainya. Beberapa gangguan tersebut antaralain sindrom adrenogenital, hipotiroidea, hipertiroidea, struma, dan sindrom cushing.

Sindrom Adrenogenital
Sindrom adrenogenital merupakan kelainan pada sistem endokrin yang terjadi tanggapan kekurangan glukorkortikoid. Kurangnya produksi glukorkortikoid terjadi alasannya ialah enzim pembentuknya tak diproduksi dalam jumlah ynag cukup. Kondisi ini menjadikan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder laki-laki pada seorang wanita. 

Baca Juga:   Pertumbuhan Primer Dan Sekunder Pada Tumbuhan

Sindrom Cushing
Sindrom Cushing merupakan kumpulan gejala-gejala penyakit yang terjadi alasannya ialah sekresi glukokortikoid yang berlebihan. Gangguan ini sanggup juga timbul alasannya ialah derma obat-obatan kortikosteroid yang berlebihan. 

Struma
Struma atau penyakit gondok merupakan gangguan sistem endokrin yang ditandai dengan pembengkakan kelenjar tiroid sesampai kemudian menimbulkan benjolan pada leher penggalan depan. Struma sanggup terjadi alasannya ialah kekurangan yodium atau alasannya ialah perkembangan sel tumor.

Hipotiroidea
Hipotiroidea merupakan gangguan yang terjadi alasannya ialah kekurangan hormon tiroid. Kekurangan hormon tiroid sanggup terjadi alasannya ialah masakan yang dikonsumsi tak mempunyai kandungan yodium dalam jumlah yang cukup.

Hipertiroidea
Hipertiroidea merupakan gangguan sistem endokrin yang ditandai dengan sekresi hormon tiroid yang berlebihan. Penderita mengalami penurunan berat badan, gemetaran, kerap berkeringat, dan jantung berdebar-debar.

Baca juga : Kumpulan Soal dan Jawaban Sistem Pernapasan.

Gangguan Pada Alat Indera

Gangguan pada alat indera sanggup terjadi alasannya ialah sedikit faktor ibarat penurunan fungsi, faktor usia, peradangan, difesiensi nutrisi, imbas penyakit lain, dan sebagainya.

Beberapa gangguan pada alat indera antaralain hipermetropi, miopi, presbiopi, astigmatis, himeralopi, buta warna, rabun senja, katarak, anosmia, rhinitis alergika, mati rasa, kanker lidah, radang telinga, tuli, kusta, kutu air, panu, dan sebagainya.

Hipermetropi
Hipermetropi atau rabun bersahabat merupakan kondisi medis dimana mata tak sanggup melihat benda-benda yang jaraknya bersahabat alasannya ialah lensa mata terlalu pipih sesampai kemudian bayangan jatuh di belakang bintik kuning.  Penderita rabun bersahabat sanggup ditolong memakai lensa cembung.

Miopi
Miopi atau rabun jauh merupakan gangguan mata yang menjadikan mata tak sanggup melihat benda-benda yang jaraknya jauh. Hal ini terjadi alasannya ialah lensa mata terlalu cembung sesampai kemudian bayangan jatuh di depan bintik kuning. Penderita sanggup ditolong dengan lensa cekung.

Presbiopi
Presbiopi merupakan kelainan atau cacat mata berupa penurunan fungsi mata tanggapan usia lanjut.  Pada presbiopi, lensa mata terlalu pipih dan kemudahan lemah sesampai kemudian cahaya sejajar yang tiba difokuskan di belakang retina.

Astigmatis
Astigmatis merupakan cacat mata yang terjadi tanggapan tak meratanya kecembungan kornea sesampai kemudian sinar tiba tak dibiaskan secara merata. Penderita sanggup ditolong dengan lensa silindris.

Himeralopi
Himeralopi atau rabun senja merupakan kondisi medis yang ditandai dengan berkurangnya penglihatan dalam keadaan kurang cahaya. Disebut rabun senja alasannya ialah penderita akan mulai kesulitan melihat ketika senja dan malam hari ketika cahaya remang-remang.

Baca Juga:   Peran Bioteknologi Di Bidang Energi Alternatif

Buta Warna
Buta warna merupakan kelainan mata yang ditandai dengan ketakmampuan penderita untuk membedakan warna-warna tertentu. Buta warna termasuk penyakit menurun dan disebabkan oleh tak sempurnanya jumlah sel konus atau sel kerucut pada retina.

Katarak
Katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan perubahan lensa mata yang semula bening dan tembus cahaya menjadi keruh sesampai kemudian mengakibatkan gangguan penglihatan. Umumnya terjadi tanggapan proses penuaan, obat-obatan, imbas penyakit tertentu, atau alasannya ialah faktor bawaan.

Anosmia
Anosmia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan berkurangnya kemampuan hidung untuk membaui. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan di dalam hidung, terutama saraf yang ada pada hidung menuju otak.

Rhinitis alergika
Rhinitis alergika atau alergi merupakan gangguan pada hidung tanggapan reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap partikel-partikel yang ada di udara.

Baca juga : Kumpulan Soal dan Jawaban Sistem pencernaan Makanan.

Mati Rasa
Mati rasa merupakan gangguan pada pengecap yang terjadi alasannya ialah kerusakan pada jaringan saraf di otak yang berafiliasi dengan indra pengecapan. Mati rasa pada pengecap sanggup bersifat sementara atau besifat permanen.

Kanker Lidah
Kanker pengecap merupakan kondisi medis yang timbul tanggapan berkembangnya sel-sel kanker di dalam lidah. kanker pengecap sanggup menyerang perokok aktif dan diperburuk dengan kebiasaan konsumsi alkohol.

Radang Telinga
Radang indera pendengaran atau otitis merupakan peradangan pada sebagian atau seluruh mukosa indera pendengaran tengah, tuba eustachius. Peradangan mengakibatkan penghantaran suara ke indera pendengaran dalam menjadi terganggu.

Tuli
Tuli merupakan kondisi medis yang ditandai dengan ketakmampuan penderita untuk mendengar dengan terang. Tuli terjadi tanggapan kerusakan pada saraf pendengaran, tanggapan infeksi bakteri, atau infeksi jamur.

Kusta
Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh baktery Mycobacterium leprae. Penyakit ini merupakan tipe penyakit granula matosa pada saraf tepi dan mukosa dari terusan pernapasan atas.

Baca juga : Kumpulan Soal dan Jawaban Sistem Ekskresi.

Kutu Air
Kutu air merupakan gangguan pada kulit tanggapan infeksi jamur. Kutu air biasanya menyerang kulit penggalan kaki tepatnya di antara jari-jari kaki.

Panu
Panu merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia fulfur. Penyakit panu ditandai oleh bercak putih yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada ketika berkeringat. Panu menyerang bermacam penggalan kulit tubuh ibarat punggung, wajah, dada, dan sebagainya.