Mengapa Sarang Lebah Berbentuk Segi Enam?

Posted on
Lebah madu (Apis mellifera) merupakan jenis serangga yang bisa memproduksi serta menyimpan madu dalam sarang koloni mereka. Sebuah koloni lebah madu sanggup terdiri dari sekitar 20.000 – 60.000 ekor lebah madu serta lebah ratu. Lebah madu sanggup membuat sarang mereka dengan memanfaatkan cairan lilin yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat di bab bawah perut mereka. Manusia juga memakai lilin lebah untuk mempersiapkan obat-obatan, pemoles furnitur, dan lain sebagainya. Sarang lebah madu terdiri dari adonan ruangan berbentuk segi enam. Pernahkah terlintas di benak anda mengapa sarang lebah madu berbentuk segi enam? Ya, bentuk sarang lebah madu memang unik. Akan tenamun di balik keunikan tersebut tentu ada alasan tertentu yang sanggup dikaji secara ilmiah.

Keunikan Sarang Lebah Madu

Berikut sedikit keunikan sarang lebah madu :

  1. Dapat menampung 80 ribu lebah yang hidup dan bekerja bersama-sama, dengan memakai sedikit bab dari lilin lebah.
  2. Tersusun atas sarang madu berdinding lilin lebah, dengan ratusan sel-sel kecil pada kedua permukaannya yang berukuran sama persis dan memakai struktur segi enam.
  3. Tiap sel-sel dalam sarang saling tersusun menyatu dan memakai satu dinding bersama-sama. 
  4. Meskipun cenderung tipis, dinding sel sarang lebah madu cukup berpengaruh untuk menahan beban yang sedikit kali lebih berat dari beratnya sendiri.
  5. Pembangunan sarang madu dimulai dari bab atas sarang dan berlanjut ke bawah secara bersamaan pada dua atau tiga baris yang terpisah.

Mengapa Harus Segi Enam ?

Banyak para mahir yang menganggap sarang lebah madu sebagai keajaiban di bidang teknik bangunan. Para mahir matematika beropini bahwa pembagian ruangan menjadi ruangan-ruangan berebntuk segi enam (heksagonal) merupakan cara terbaik untuk mendesain sebuah ruangan. Itulah yang dilakukan oleh lebah madu, mendesain sarang mereka menjadi segi enam.

Baca Juga:   Mengapa Paus Dan Lumba-Lumba Bukan Ikan?

Sarang lebah tersusun atas sarang-sarang madu berdinding lilin lebah, dengan ratusan sel-sel kecil pada kedua permukaannya. Semua sel sarang madu berukuran sama persis. Keajaiban teknik ini dicapai melalui kerja kolektif ribuan lebah. Lebah memakai sel-sel ini untuk menyimpan makanan dan memelihara lebah muda.

Memanfaatkan Ruangan Secara Optimal
Menurut para mahir matematika, struktur segi enam merupakan bentuk geometris yang paling cocok untuk memanfaatkan setiap area unit secara maksimal. Dengan begitu lebah madu sanggup memakai sarang mereka secara optimal untuk menyimpan madu.

Jika sel-sel sarang madu dibangun dengan bentuk lain, maka akan terdapat area yang tak terpakai. Hal ini tentu menimbulkan lebih sedikitnya madu yang sanggup disimpan dan lebih sedikit pula lebah yang mendapat manfaatnya.

Hemat Lilin
Berdasarkan perhitungan matematika, struktur segi enam merupakan bentuk yang membutuhkan jumlah penopang paling sedikit. Berdasarkan fakta itu, para mahir menyimpulkan bahwa lebah madu sengaja mendesain sarangnya berbentuk heksagonal semoga mereka sanggup membuat sarang dengan jumlah lilin yang sedikit sekaligus sanggup menyimpan madu dalam jumlah besar.

Penyimpanan Maksimal
Selain pada dinding sisi sel, lebah juga memakai prinsip penghematan maksimal dikala membangun ujung-ujung bab bawah. Sarang dibuat menyerupai sebuah potongan pipih dengan dua baris sel yang saling membelakangi.

Dalam hal ini, terjadi problem pada titik pertemuan dua sel. Masalah ini diselesaikan dengan cara membangun permukaan bawah sel dengan menggabungkan tiga bujur sangkar. Ketika tiga sel dibangun pada satu sisi sarang, permukaan bawah sel pada sisi lain pun otomatis terbentuk.

Karena permukaan bawah tersusun dari plat-plat lilin bujur sangkar, bab bawah sel-sel yang dibuat dengan cara ini jadi bertambah dalam. Ini berarti volume sel bertambah, dan berarti bertambah pula jumlah madu yang sanggup disimpan.

Baca Juga:   Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Digigit Ular Berbisa?

Ringan dan Kuat
Dengan memakai bentuk segi enam, lebah madu sanggup meminimalisir penggunaan lilin lebah sesampai kemudian dihasilkan sarang yang lebih ringan. Meskipun ringan, sarang tersebut juga kokoh. Tentu sebuah keunggulan dalam teknik bangunan. tak heran apabila sarang lebah madu disebut sebagai karya arsitektur yang hebat.

Mencegah Tumpahnya Madu
Selain bentuk, lebah madu juga sangat memperhitungkan kemiringan dalam membangun sarang-sarang madu mereka. Dengan menaikkan kemiringan sel sebesar 13o pada kedua sisinya, lebah mencegah sel berposisi sejajar dengan tanah. Hal ini bertujuan semoga madu tak akan bocor dari lisan sel.

Selagi bekerja, lebah madu saling bergelantungan membentuk bulat dan bergerombol. Dengan melaksanakan hal ini, mereka menghasilkan suhu yang diharapkan untuk produksi lilin. Kantung kecil dalam perut mereka memproduksi cairan transparan, yang mengalir keluar dan mengeraskan lapisan lilin tipis.

Lebah mengumpulkan lilin dengan memakai kait kecil pada kakinya. Mereka memasukkan lilin ini ke dalam mulut, kemudian mengunyah serta memprosesnya hingga lilin tersebut cukup lunak, dan membentuknya dalam sel. Sejumlah lebah bekerja bersama untuk menjaga suhu yang diharapkan daerah kerja mereka, semoga lilin tersebut tetap lunak dan gampang dibentuk.

Fakta unik lainnya dari sarang lebah madu merupakan tahap pembangunannya. Pembangunan sarang madu dimulai dari bab atas sarang dan berlanjut ke bawah secara bersamaan pada dua atau tiga baris yang terpisah. Sementara potongan sarang madu berkembang ke arah yang berbeda, pertama-tama bab bawah dari dua baris tersebut menyatu.

Proses ini dilaksanakan dengan selaras dan tertata secara menakjubkan. Oleh alasannya ialah itu, sulit dimengerti bahwa sarang madu bergotong-royong terdiri atas tiga bab terpisah. Potongan-potongan sarang madu, yang pembangunannya dimulai dari arah yang berbeda-beda, diatur begitu sempurna, sesampai kemudian kendatipun terdapat ratusan sudut berbeda dalam strukturnya, sarang tetap tampak menyerupai satu sarang yang seragam.

Aplikasi Desain Sarang Lebah Madu

Dewasa ini kaya para mahir teknik bangunan yang memanfaatkan prinsip-prinsip sarang lebah madu. Para ilmuwan menggandakan desain sarang lebah madu untuk membuat bangunan yang kokoh dan tak makan kaya tempat.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Sleep Paralysis?

Salah satu aplikasi konkret yang telah dilakukan merupakan desain pesawat terbang memakai potongan-potongan yang disusun menyerupai bagian-bagian sarang lebah untuk membuat pesawat yang lebih kuat, lebih ringan, dan lebih ekonomis penggunaan materi bakar.