Nama – Nama Tokoh Dan Ilmuwan Matematika

Posted on

         Pondok Soal.com – Pelajaran Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang sangat fundamental. Hal ini lantaran hampir di semua lini kehidupan kita melibatkan ilmu matematika, baik dari bentuk yang paling simpel inginpun bagi orang-orang yang benar-benar menekuni ilmu matematika itu sendiri ibarat Guru, Dosen, atau praktisi matematika lainnya. Nah tentu ilmu Matematika itu tak muncul begitu saja kan??? Ada Tokoh-tokoh yang berperan sangat vital sesampai lalu terlahirlah yang namanya matematika. Bahkan tokoh-tokoh ini bukan hanya mahir dalam matematika, akan tenamun mahir juga dibidang lain sesampai lalu layak disebut sebagai ilmuan pada zamannya masing-masing.
         Pada artikel ini kita akan mengenal sosok-sosok tokoh matematika yang berperan baik secara pribadi inginpun tak. Langsung saja, berikut nama-nama tokoh dan ilmuan Matematika.

         Leonardo da Pisa atau Leonardo Pisano lebih dikenal dengan sebutan Fibonacci, merupakan matematikawan Italia yang dikenal sebagai penemu bilangan Fibonacci. Leonardo berperan dalam mengenalkan sistem penulisan dan perhitungan bilangan Arab ke dunia Eropa.
         Bapak dari Leonardo, Guilielmo (William) memiliki nama panggilan Bonacci yang artinya “bersifat baik” atau “simpel”. Setelah meninggal, Leonardo kerap disebut dengan nama Fibonacci (dari kata filius Bonacci, anak dari Bonacci). William memimpin sebuah pos perdagangan (sedikit catatan menyebutkan dia merupakan perwakilan dagang untuk Pisa) di Bugia, Afrika Utara (sekarang Bejaia, Aljazair). Sebagai anak muda, Leonardo berkelana ke sana untuk menolong ayahnya. Disanalah Leonardo berguru wacana sistem bilangan Arab.
         Melihat sistem bilangan Arab lebih simpel dan efisien dibandingkan bilangan Romawi, Fibonacci lalu berkelana ke penjuru kawasan Mediterania untuk berguru kepada matematikawan Arab yang populer pada masa itu. Leonardo gres pulang kembali sekitar tahun 1200-an. Pada tahun 1202, di usia 27, ia menuliskan apa yang telah dipelajari dalam buku Liber Abaci, atau buku perhitungan. Buku ini menawarkan kepraktisan sistem bilangan Arab dengan cara menerapkannya ke dalam pembukuan dagang, konversi bermacam ukuran dan berat, perhitungan bunga, pertukaran uang dan bermacam aplikasi lainnya. Buku ini disambut baik oleh kaum terpelajar Eropa, dan menghasilkan efek yang penting kepada pemikiran Eropa, meski penggunaannya gres menyebar luas sehabis ditemukannya percetakan sekitar tiga kala berikutnya. Kembali ke daftar Tokoh

         Georg Cantor merupakan hebat Matematika Jerman, penemu teori himpunan, penemu konsep bilangan lewat tersampai lalu (transfinit), doktor, guru besar, dan pengarang. Ia lahir di St Patersburg kini Leningrad Rusia, pada tanggal 3 Maret 1845 dan meninggal di Halle, Jerman, pada tanggal 6 Januari 1918 pada umur 73 tahun lantaran sakit jiwa, lantaran teorinya ditentang para hebat matematika sezamannya.
         Pada umur 22 tahun ia menerima gelar doktor. Tesisnya berjudul “Dalam matematika, bertanya lebih berharga dari memecahkan soal“. Kemudian ia bekerja di Universitas Halle hingga selesai hidupnya. Mula-mula ia hanya digaji sebagai dosen tak tetap.
         Pada umur 27 tahun ia diangkat jadi guru besar pembantu. Baru pada umur 34 tahun ia diangkat jadi duru besar tetap. Cantor menikah pada umur 29 tahun di Interlaken, Swiss, dengan Valley Guttman. Meskipun gajinya kecil, ia sanggup membangun rumah untuk istri lantaran menerima warisan dari ayahnya.
         Pada tahun 1873 pada umur 28 tahun, Cantor mengumumkan teorinya. Selama 10 tahun ia terus-menerus menyebarluaskan teorinya dalam tulisan-tulisannya. Teori himpunan dan Konsep Bilangan Transfinit-nya menggemparkan dunia matematika. Tapi penenmuannya itu tak menguntungkan Cantor. Ia menerima tantangan hebat dari ahli-ahli matematika pada waktu itu, terutama dari gurunya, adalah Kronecker. Akan tenamun inovasi dia hingga kini hampir seluruh orang di dunia mendapatkan Teori Himpunan. Kembali ke daftar Tokoh

         Euclid disebut sebagai Bapak Geometri, merupakan hebat Matematika pada Zaman Romawi Kuno. Bukunya yang berjudul Elements, merupakan karya geometri terbesarnya yang hingga lalu ketika ini dipakai sebagai pola dasar-dasar ilmu Geometri.
         Euclides menulis 13 jilid buku wacana geometri. Dalam buku-bukunya dia menyatakan aksioma (pernyataan-pernyataan simpel) dan membangun semua dalil wacana geometri menurut aksioma-aksioma tersebut. Contoh dari aksioma Euclides merupakan, “Ada satu dan hanya satu garis lurus garis lurus, di mana garis lurus tersebut melewati dua titik”. Buku-buku karangannya menjadi hasil karya yang sangat penting dan menjadi pola dalam pembelajaran Ilmu Geometri.
         Bagi Euclides, matematika itu penting sebagai materi studi dan bukan sekedar alat untuk mencari nafkah. Ketika dia memberi kuliah geometri pada raja, baginda bertanya, “Tak adakah cara yang lebih gampang bagi admin untuk mengerti dalam mempelajari geometri?”. Euclides menjawab, “Bagi raja tak ada jalan yang gampang untuk mengerti geometri. Setiap orang harus berpikir ke depan wacana dirinya apabila ia lagi belajar”. Kembali ke daftar Tokoh