Pembahasan Soal Sbmptn Kimia Konsentrasi Larutan

Posted on

Pembahasan soal SBMPTN bidang study kimia wacana larutan ini mencakup sedikit subtopik dalam pecahan larutan ialah konsentrasi larutan, molaritas, molalitas, persentase volume, persentase massa, larutan asam basa, derajat keasaman, hidrolisis dan konstanta hasil kali kelarutan. Dari sedikit soal yang pernah keluar dalam soal SBMPTN bidang study kimia, model soal wacana larutan yang kerap keluar antara lain memilih larutan yang mengalami hidrolisis, memilih volume larutan yang dibutuhkan dalam proses pengenceran, memilih konsentrasi larutan yang diperoleh dari proses pencampuran, mengidentifikasi ciri dan proses reaksi suatu larutan, menyatakan konsentrasi larutan dalam persen berat, memilih hasil kali kelarutan pada suhu tertentu, menghitung kelarutan suatu senyawa apabila diketahui tetapan hasil kali kelarutannya, dan memilih derajat keasaman suatu campuran.

Soal 1
Peristiwa hidrolisis terjadi dalam larutan …
1. Natirum asetat
2. Amonium sulfat
3. Kalium sianida
4. Amonium asetat

Pembahasan :
Hidrolisis merupakan reaksi antara ion dengan air. Hidrolisis terjadi apabila garam yang berasal dari asam lemah dan lembap lemah dilarutkan dalam air.

Jika garamnya berasal dari basa berpengaruh dan asam lemah atau asam berpengaruh dan basa lemah, maka apabila dilarutkan dalam air, hanya terhidrolisis sebagian.

Amonium asetat berasal dari asam lemah dan basa lemah sesampai lalu mengalami hidrolisis lagian natrium asetat, amonium sulfat, dan kalium sianida mengalami hidrolisis sebagian.

Jawaban : E

Soal 2
Massa jenis H2SO4 pekat 49% massa 1,3 kg/L (Mr = 98). Untuk memperoleh 260 mL H2SO4 0,05 M diharapkan H2SO4 pekat sekaya …
A. 6 mL
B. 5 mL
C. 4 mL
D. 3 mL
E. 2 mL

Pembahasan :
Konsentrasi molar H2SO4 pekat :

⇒ M = 10 x 49 x 1,3
98

⇒ M = 6,5

Berdasarkan rumus pengenceran:
⇒ M V = M’ V’
⇒ 6,5 V = 0,05 (260)
⇒ 6,5 V = 13
⇒ V = 2 mL.

Jawaban : E

Baca juga : Pembahasan SBMPTN Kimia Larutan Penyangga Buffer.

Soal 3
Konsentrasi larutan HCl yang diperoleh dengan mencampurkan 150 mL HCl 0,2 M dan 100 mL Cl 0,3 M merupakan…
A. 0,20 M
B. 0,24 M
C. 0,30 M
D. 0,50 M
E. 0,60 M

Baca Juga:   Kumpulan Model Soal Sbmptn Ihwal Persamaan Laju Reaksi

Pembahasan :
Berdasarkan rumus konsentrasi campuran

⇒ Mc = Va.Ma + Vb.Mb
Va + Vb
⇒ Mc = 150(0,2) + 100(0,3)
150 + 100
⇒ Mc = 60
250

⇒ Mc = 0,24 M

Jawaban : B

Soal 4
Suatu cuplikan CaCl2 (Mr = 111) sekaya 5,55 gram dilarutkan dalam air sesampai lalu diperoleh 500 mL larutan. Pernyataan yang benar untuk larutan tersebut merupakan …
1. Konsentrasi larutan 0,1 M
2. Bila ke dalamnya ditambahkan larutan Na2CO3 akan terjadi endapan putih CaCO3
3. Bila ke dalamnya ditambahkan larutan AgNO3 akan terjadi endapan putih AgCl
4. Larutan garam CaCl2 merupakan elektrolit kuat

Pembahasan :
Garam CaCl2 merupakan garam yang berasal dari asam berpengaruh dan basa berpengaruh serta bersifat elektrolit berpengaruh (4). Di dalam air, larutannya bersifat netral.

Jikai ke dalamnya ditambahkan larutan Na2CO3 akan terjadi endapan putih CaCO3 (2) dengan reaksi sebagai berikut:
CaCl2  + Na2CO3 →  CaCO3 + 2 NaCl

Menghitung jumlah mol CaCl2:

⇒ n = gram
Mr
⇒ n = 5,55
111

⇒ n = 0,05 mol

Mengitung konsentrasi CaCl2 :

⇒ M = n
V
⇒ M = 0,05 mol
0,5 L

⇒ M = 0,1 M (1)

Karena penyataan nomor 1 dan 2 benar, maka pernyataan nomor 3 niscaya benar. Jadi, pernyataan yang benar merupakan 1, 2, 3, dan 4.

Jawaban : E

Baca juga : Pembahasan SBMPTN Kimia Sifat Koligatif Larutan.

Soal 5
Massa jenis suatu larutan CH3COOH 5,2 M merupakan 1,04 g/L. Jika Mr CH3COOH = 60, konsentrasi larutan ini dinyatakan dalam % berat asam asetat merupakan …
A. 18%
B. 24%
C. 30%
D. 36%
E. 40%

Pembahasan :
Rumus Molaritas (M)

⇒ M = gram x 1000
Mr mL

Hubungan antara molaritas (M) dengan % berat merupakan

⇒ M = 10 x ρ x %
Mr
⇒ 5,2 = 10 (1,04) %
60

⇒ 10,4% = 312
⇒ % = 30%

Jadi, konsentrasi larutan ini dinyatakan dalam % berat asam asetat merupakan 30%.

Jawaban : C

Soal 6
Pada suhu tertentu 0,350 g BaF2 (Mr = 175) melarut dalam air murni membentuk 1 L larutan jenuh. Hasil kali kelarutan BaF2 pada suhu ini merupakan …
A. 1,7 x 10-2
B. 3,2 x 10-6
C. 3,2 x 10-8
D. 3,2 x 10-9
E. 4,0 x 10-9

Baca Juga:   Kumpulan Model Soal Sbmptn Kimia Perihal Senyawa Karbon

Pembahasan :
BaF2 (Mr = 175) melarut dalam air murni membentuk 1 L larutan jenuh:
BaF2 → Ba2+ + 2F

Kelarutan (S) merupakan konsentrasi BaF2 dalam larutan jenuh. Berdasarkan rumus kelarutan:

⇒ S = n BaF2
V larutan
⇒ S = 0,35/175
1 L

⇒ S = 0,002 M
⇒ S = 2 x 10-3 M

Untuk senyawa yang terdapat jumlah ion n = 3, maka hasil kali kelarutannya merupakan:
⇒ Ksp = 4S3
⇒ Ksp = 4(2 x 10-3)3
⇒ Ksp = 4(8 x 10-9)
⇒ Ksp = 32 x 10-9
⇒ Ksp = 3,2 x 10-8

Jawaban : C

Baca juga : Pembahasan SBMPTN Kimia Jenis Ikatan Kimia.

Soal 7
Kemolalan larutan NaCl 10% massa dalam air merupakan …. (Mr NaCl = 58,51)
A. 1,50 m
B. 1,70 m
C. 1,90 m
D. 2,10 m
E. 2,30 m

Pembahasan :
Karena larutan NaCl terdiri dari 10% NaCl maka pelarut (air) terdapat 90% massa.

Berdasarkan rumus kemolalan

⇒ m = gram x 1000
Mr p
⇒ m = 10% x 1000
58,51 90%
⇒ m = 1000
526,59

⇒ m = 1,89 m
⇒ m = 1,9 m

Jawaban : C

Soal 8
100 mL HCOOH 0,01 M dicampur dengan 100 mL HCOONa 0,005 M. Campuran tersebut ditambahkan air sesampai lalu volumenya 500 mL. Jika Ka HCOOH merupakan 1,8 x 10-4, maka pH adonan tersebut merupakan …
A. 5 – log 3,6
B. 5 – log 3,2
C. 4 – log 7,2
D. 4 – log 3,6
E. 4 – log 1,8

Pembahasan :
Untuk memilih pH campuran, kita tentukan terlebih dahulu kosentrasi asam dan basa yang dicampur dalam larutan. Selanjutnya kita hitung konsentrasi ion H+.

Jumlah mol HCOOH mula-mula:
⇒ n HCOOH = M.V
⇒ n HCOOH = 0,01 (100)
⇒ n HCOOH = 1 mmol

Konsentrasi HCOOH dalam campuran:

⇒ [HCOOH] = n
V campuran
⇒ [HCOOH] = 1 mmol
500 mL

⇒ [HCOOH] = 2 x 10-3 M

Jumlah mol HCOONa mula-mula:
⇒ n HCOONa = M.V
⇒ n HCOONa = 0,005 (100)
⇒ n HCOONa = 0,5 mmol

Baca Juga:   Pembahasan Soal Sbmptn Kimia Termokimia

Konsentrasi HCOONa dalam campuran:

⇒ [HCOONa] = n
V campuran
⇒ [HCOONa] = 0,5 mmol
500 mL

⇒ [HCOONa] = 1 x 10-3 M

Konsentrasi ion H+:

⇒ [H+] = Ka [HCOOH]
[HCOONa]
⇒ [H+] = 1,8 x 10-4 2 x 10-3
10-3

⇒ [H+] = 3,6 x 10-4

Dengan demikian, pH adonan tersebut merupakan:
⇒ pH = -log [H+]
⇒ pH = -log (3,6 x 10-4)
⇒ pH = -log 3,6 + (- log 10-4)
⇒ pH = -log 3,6 + 4
⇒ pH = 4 – log 3,6

Jawaban : D

Baca juga : Pembahasan SBMPTN Kimia Jenis dan Sifat Koloid.

Soal 9
Jika larutan AlCl3 direaksikan dengan larutan NaOH berlebih akan terbentuk …
A. Al(OH)3 (s)
B. H2AlO2 (aq)
C. NaAlO4 (aq)
D. NaAlO2 (aq)
E. Na3AlO2 (aq)

Pembahasan :
Reaksi antara AlCl3 dan NaOH berlebih
AlCl3 + NaOH → Al(OH)3 + 3NaCl

Karena NaOH merupakan basa dan dalam reaksi ini NaOH berlebih, maka hasil reaksi ialah Al(OH)3 yang bersifat amfoter akan bereaksi kembali dengan NaOH yang berlebih tersebut.

Reaksi antara  Al(OH)3 dan NaOH itu merupakan sebagai berikut:
Al(OH)3 + NaOH → NaAlO2(aq) + 2H2O

Jadi, pada reaksi larutan AlCl3 dengan larutan NaOH berlebih akan terbentuk NaAlO2(aq).

Jawaban : D

Soal 10
Zat-zat berikut ini apabila dilarutkan dalam air akan mengalami hidrolisis, kecuali …
A. Amonium klorida
B. Natrium karbonat
C. Alumunium sulfida
D. Barium nitrat
E. Kalium Asetat

Pembahasan :
Garam yang berasal dari asam berpengaruh dan basa berpengaruh tak akan terdhidrolisis dalam air. Barium nitrat merupakan garam dari asam berpengaruh dan basa berpengaruh sesampai lalu dalam larutan tak mengalami hidrolisis.

Jawaban : D