Pengertian, Ciri-Ciri Dan Tahap Perkembangan Tumbuhan

Posted on
– Perkembangan Tumbuhan. Perkembangan merupakan proses terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Tidak ibarat pertumbuhan yang sanggup kita ukur memakai sebuah auksanometer, perkembangan tumbuhan hanya sanggup kita amati dengan cara melihat perubahan yang terjadi. Perkembangan sanggup dilihat dari perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan tanaman. Salah satu fenomena yang menunjukkan adanya perkembangan pada tumbuhan merupakan dihasilkannya buah dan biji. Pada tumbuhan berbunga, perkembangan ditunjukkan dengan terbentuknya organ bunga.

Ciri-ciri Perkembangan

Perkembangan kerapkali diartikan sebagai proses menuju kedewasaan. Akan tenamun, bekerjsama arti tersebut kurang sempurna lantaran dalam menuju kedewasaan tak hanya terjadi perkembangan tenamun juga terjadi pertumbuhan. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan bahu-membahu dan saling mendukung untuk mencapai kedewasaan. 
Oleh lantaran itu, perlu kita ketahui ciri-ciri perkembangan biar tak keliru. Perkembangan terdapat sedikit karakteristik yang membedakannya dengan pertumbuhan, ialah :
  1. Tidak sanggup diukur
    Salah satu ciri yang paling menonjol dari perkembangan merupakan tak sanggup diukur. Setiap perubahan yang terjadi pada tumbuhan yang tak sanggup kita ukur termasuk perkembangan, ibarat munculnya bunga atau dihasilkannya biji.

    Yang sanggup kita simpulkan merupakan ketika tumbuhan menghasilkan bunga atau buah, maka tumbuhan tersebut sudah berkembang dan mencapai kedewasaan.

    Tanaman cabe pada gambar di atas menunjukkan ciri-ciri perkembangan yang sanggup kita amati dengan terang. Tanaman tersebut sudah mencapai kedewasaan dikarenakan telah sanggup menghasilkan bunga, buah, serta biji. Tanaman tersebut sudah terdapat organ-organ tumbuhan dengan struktur dan fungsi tertentu.

    Baca juga : Jenis-jenis dan Fungsi Jaringan Meristem.

  2. Bersifat kualitatif
    Perkembangan tak sanggup diukur dan dinyatakan dengan ukuran angka lantaran perkembangan bersifat kualitatif. Ketika suatu tumbuhan telah cukup umur dan batangnya bertambah besar (diameter batang sanggup diukur) bukan berarti tumbuhan tak berkembang.

    Untuk melihat perkembangan, yang kita kaji bukan seberapa besar diameter batangnya tenamun lebih pada karakteristik atau fungsinya contohnya tumbuhan bunga yang sudah cukup umur sanggup menghasilkan bunga, batangnya kokoh dan keras atau sebagainya.

    Dengan kata lain, perkembangan lebih mengarah pada perubahan bentuk dan fungsi yang hanya sanggup kita amati secara kualitatif. Kita sanggup menyatakan tingkat perkembangan tumbuhan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaannya. Perkembangan lebih mengarah pada proses diferensisasi dan spesialisasi.

  3. Bersifat Reversibel
    Reversibel merupakan sifat yang sanggup kembali ibarat keadaan semula. Untuk memahami maksud dari sifat ini, mari kita analogikan pada manusia. Manusia yang sudah cukup umur dari segi usia, suatu ketika sanggup kembali bersifat ibarat kekanak-kanakan contohnya saja orangtua yang sudah pikun. Selain sifatnya, kekuatan fisiknya juga kembali melemah dan telihat ibarat belum dewasa padahal tubuhnya sudah dewasa.

    Tumbuhan juga mengalami hal yang serupa. Tumbuhan yang sudah cukup umur dan berkembang, juga terdapat saat-saat ketika batangnya yang kokoh mulai melemah, kemampuannya menyerap nutrisi sudah berkurang, kemampuan mengaktifkan hormon pertumbuhan sudah tak optimal, dan tak bisa lagi menghasilkan bunga atau buah. Keadaan tersebut sama ibarat sebelum tumbuhan tersebut mencapai kedewasaan.

    Baca juga : Klasifikasi Tumbuhan Berdasarkan Fotoperiodisme.

    Kenapa perkembangan bersifat reversibel sementara pertumbuhan bersifat irreversibel? Apa yang membedakannya padahal keduanya berjalan bersama-sama? Mungkin akan lebih gampang dipahami jikalau pertanyaan di atas sanggup kita jawab.

    Kalaulah kita persempit bahasannya, pertumbuhan itu lebih mengarah pada pertambahan volume yang berakitan dengan jumlah ataupun ukuran. Sedangkan perkembangan lebih mengarah pada perubahan sifat.

     Perkembangan merupakan proses terspesialisasinya sel PENGERTIAN, CIRI-CIRI DAN TAHAP PERKEMBANGAN TUMBUHAN

    Sebagai contoh, tumbuhan yang sudah tumbuh berbatang besar dengan diameter 20 cm tak akan kembali menjadi tumbuhan kecil dengan diameter batang 1 cm.

    Tapi, tumbuhan besar yang berdiameter 20 cm tersebut sanggup saja karakternya sama ibarat ketika tumbuhan itu masih berdiameter 1 cm. Misalnya, kemampuannya berfotosintesis, kemampuan akarnya menyerap nutrisi, sifat batangnya yang lemah, atau bahkan ketakmampuannya untuk berbuah.

Tahap Perkembangan

Secara garis besar, perkembangan awal pada tumbuhan sanggup dibagi menjadi tiga tahap, ialah :

  1. Pembelahan Sel
    Diawali dengan pembelahan sel zigot di dalam biji secara mitosis untuk membentuk jaringan embrional atau lembaga.
  2. Morfogenesis
    Setelah terbentuk embrio di dalam biji, akar dan tunas rudimenter yang dimiliki embrio akan berkembang membentuk sistem akar dan tunas tumbuhan ketika biji berkecambah. Proses berkembangnya sel-sel embrio menjadi sistem akar dan tunas merupakan morfogenesis. 
  3. Differensiasi Seluler
    Differensisasi merupakan proses yang mengakibatkan sel terdapat fungsi-fungsi khusus. Jaringan embrional yang sudah terdapat akar dan tunas akan terus mengalami diferensiasi sesampai lalu dihasilkan struktur dan fungsi khusus yang akan dimiliki tumbuhan ketika dewasa. Pada tahap inilah sifat tumbuhan ditentukan.
Baca Juga:   Perbedaan Bioteknologi Tradisional Dan Bioteknologi Modern