Perbandingan Daur Hidup Tumbuhan Lumut Dan Paku

Posted on
Tumbuhan lumut (Bryophyta) dan paku (Pteridophyta) merupakan dua divisi dari kormofita berspora yakni flora berkormus (terdapat akar, batang, dan daun), tenamun sanggup menghasilkan spora. Pada artikel sebelumnya telah dibahas daur hidup pada flora lumut dan flora paku secara terpisah.

Berdasarkan pembahasan tersebut sanggup dilihat bahwa flora lumut dan paku sama-sama terdapat fase sporofit dan fase gametofit dalam siklus hidupnya. Salah satu kesamaan yang jelas terlihat merupakan keduanya sama-sama memiliki metagenesis dan menghasilkan spora.

Pada hari ini kali ini, kita akan mencoba membandingkan siklus hidup atau metagenesis antara flora lumut dan flora paku. Jika dikaji menurut poin-poin tertentu, maka terdapat sedikit persamaan dan perbedaan antara flora lumut dan flora paku.

Apa Persamaan Tumbuhan Lumut dan Paku ?

Berikut sedikit persamaan antara lumut dan paku :

  1. Sama-sama melaksanakan fotosintesis 
  2. Sama-sama terdapat klorofil
  3. Spermatozoid sanggup bergerak
  4. Sama-sama terdapat pergiliran keturunan (metagenesis)
  5. Melakukan reproduksi vegetatif dan generatif
  6. Berkembangbiak dengan spora
  7. Kekayaan hidup di kawasan tropis
  8. Sama-sama menyukai habitat yang lembab 
  9. Fase sporofit sama-sama generasi diploid

Apa Perbedaan Tumbuhan Lumut dan Paku ?

Berdasarkan karakteristik tubuhnya, berikut sedikit perbedaan antara lumut dan paku :

  1. Tubuh flora lumut tak mengalami diferensiasi menjadi akar, batang, dan daun sejati, lagikan sporofit pada flora paku terdapat akar, batang, dan daun sejati.
  2. Tumbuhan lumut belum terdapat berkas angkut xylem dan phloem lagikan flora paku sudah dikompleksi dengan pembuluh angkut xylem dan phloem.
  3. Akar pada flora paku sudah berkembang baik ibarat halnya akar sejati, lagikan pada flora lumut akarnya belum berkembang baik dan masih berupa rizhoid atau akar semu.
  4. Pada sporofit flora paku terdapat kutikula untuk transpirasi, lagikan pada flora lumut tak dikompleksi dengan kutilkula tersebut.
  5. Pada flora paku terdapat rimpang bawah tanah untuk menahan kondisi yang tak menguntungkan, lagikan pada flora lumut tak ada. 
  6. Pada flora lumut tak ditemukan spora pada daunnya, lagikan pada flora paku terdapat spora pada daun yang gampang menggulung yang disebut sporofil.
  7. Pada flora lumut, alat untuk mengatur keluarnya spora berupa gigi peristom lagikan pada flora paku, alat untuk mengatur keluarnya spora berupa anullus.
Baca Juga:   Gangguan Atau Penyakit Pada Sistem Pernapasan

Baca juga : Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Pertumbuhan.

 merupakan dua divisi dari kormofita berspora yakni flora berkormus  PERBANDINGAN DAUR HIDUP TUMBUHAN LUMUT DAN PAKU

Perbedaan Metagenesis Tumbuhan Lumut dan Paku

Dari gambar di atas, sanggup dilihat sedikit perbedaan yang dalam daur hidup flora lumut dan flora paku. Beberapa perbedaan tersebut antara lain :

  1. Pada flora lumut, generasi gametofit lebih mayoritas lagikan pada flora paku, yang lebih mayoritas merupakan generasi sporofit.
  2. Pada flora lumut, umur generasi gametofit lebih usang daripada generasi sporofitnya, lagikan pada flora paku, umur generasi sporofitnya justru lebih usang dari generasi gametofitnya.
  3. Pada flora lumut, yang berperan sebagai generasi gametofit merupakan flora lumut, lagikan pada flora paku, yang berperan sebagai generasi gametofit merupakan protalium.
  4. Pada flora lumut, yang berperan sebagai generasi sporofit merupakan sporogonium, lagikan pada flora paku, yang berperan sebagai generasi sporofit merupakan flora paku.

Baca juga : Pertumbuhan Primer dan Pertumbuhan Sekunder pada Tanaman.