Puisi “Lentera Tuhan” Oleh Violintin Nindya Hapsari (Mahasiswi Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang)

Posted on
Aku berjalan didalam ketenangan
Melewati jalan-Mu yang berliku tajam
Aku merasakan adanya getaran
Tanpa engkau tau aku menangis dalam diam
Aku berada dalam kegelapan, aku berada dalam kehampaan
Tanpa aku tau, sejuta pasang mata telah tertuju padaku
Layaknya tangan kulit babi yang mendarat keras di wajahku
Biarpun pedang menusuk punggungku aku akan tetep berdiri melawan
Setelah kegelapan datang menghampiri kini aku melihat keindahan
Kedua bola mataku tak lagi menjadi  kehampaan
Kini aku mulai berdiri melihat indahnya jalan-Mu yang berliku
Pandangan pertama ku tertuju pada sejuta pasang mata yang telah mencercahku
Aku melihat, aku melihat dan akhirnya aku melihat dunia fana ini.
Terimakasih Tuhan.
Pengirim :
Violintin Nindya Hapsari
Nama saya Violintin Nindya Hapsari, lahir di Malang, 21 Februari 1997. Saat ini saya masih menjadi mahasiswi aktif di Putra Indonesia Malang (PIM). Motto saya adalah “Semerah Darah Sebening Air Mata” yang mempunyai arti seberani tekadmu, sesuci niatmu demi menggapai masa depanmu.

Baca Juga:   Morico Disco, Aplikasi Mesin Pembuatan Asap Cair dari Limbah Batok Kelapa untuk Meningkatkan Produktivitas UKM Karya Mahasiswa Universitas Malang