Tokoh Matematikawan : Diophantus, Zu Chungzhi, Archimedes, Dan Blaise Pascal

Posted on

         Pondok Soal.com – Untuk artikel kali ini kita akan mengenal empat tokoh Matematikawan yang berjasa dalam bidang Persamaan Linear Dua Variabel, Lingkaran, Bangun Ruang, dan Peluang. Langsung saja Berikut nama Tokoh dan Ulasannya.

Diophantus (250 – 200 SM) 

           Persamaan linear dua variabel berkaitan erat dengan persamaan diophantine. Persamaan ini pertama kali dipelajari oleh seseorang yang berjulukan Diophantus yang menghabiskan hidupnya di Alexandria. Diophantus juga dikenal sebagai “Bapak Aljabar”.

         Semasa hidup Diophantus populer lantaran karyanya yang berjudul Arithmetica. Arithmetica merupakan suatu pembahasan analitis teori bilangan yang berisi perihal pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat persamaan. Persamaan-persamaan tersebut dikenal sebagai Diophantine Equation (Persamaan Diophantine). Persamaan Diophantine merupakan suatu persamaan yang mempunyai solusi yang diperlukan berupa bilangan bulat. Persamaan Diophantine tak harus berbentuk persamaan linear, sanggup saja kuadrat, kubik, atau lainnya selama mempunyai solusi bilangan bulat.
         Bentuk paling praktis persamaan Diophantine merupakan $ ax + by = c \, $ dengan $ a, \, b \, $ koefisien dan $ c \, $ konstanta bulat. Penyelesaian Persamaan Diophantine merupakan semua pasangan bilangan bundar $ (x,y) \, $ yang memenuhi persamaan ini. Jika $ d \, $ merupakan FPB dari $ a \, $ dan $ b \, $ , maka semoga persamaan di atas mempunyai solusi maka $ d \, $ harus sanggup membagi $ c . \, $ Terkadang dalam memilih pasangan bilangan bundar yang memenuhi persamaan, kita harus mencoba-coba dan arif memilih contoh dari selesaiannya. Kembali ke daftar Tokoh

Zu Chungzhi (429 – 500 M) 

          Zu Chungzhi lahir di kota Jiankang (Nanjing), Tiongkok pada tahun 429 M. Sejak kecil ia sangat cerdas dan dan suka pengetahuan di bidang matematika dan astronomi. Pada tahun 464, Zu Chungzhi mulai tertarik untuk menemukan bilangan $ \pi . \, $ Dari sekian andal matematika Tiongkok yang berupaya menemukan bilangan $ \pi , \, $ Zu Chungzhi bisa menemukan bilangan yang paling akurat dengan $ \pi \, $ yang ketika ini kita gunakan.

Baca Juga:   Nama - Nama Tokoh Dan Ilmuwan Matematika

         Sebelum Zu Chungzhi, andal matematika Tiongkok Liu Hui mengajukan cara ilmiah untuk menghitung $ \pi , \, $ dengan panajang keliling poligon beraturan di dalam lingkaran untuk mendekati panjang keliling lingkaran yang asli. Dengan cara ini Liu Hui berhasil menemukan $ \pi \, $ hingga 4 angka di belakang koma. Sedangkan melalui penelitian pada kurun ke-50, Zu Chungzhi bisa menenmukan bilangan $ \pi \, $ dengan ketelitian hingga 6 angka di belakang koma dibandingkan dengan bilangan $ \pi \, $ ketika itu. Zu Chungzhi juga menemukan nilai seolah-olah $ \pi \, $ dalam bentuk bilangan cuilan $ \frac{355}{113}. $ Kembali ke daftar Tokoh

Archimedes (287 – 212 SM) 

          Archimedes dari Syracusa, ia mencar ilmu di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Syracusa merupakan Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes merupakan seorang matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani. Ia dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota Syracusa, meskipun ada penrintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa ia tak boleh dilukai.

         Arcimedes dikenal lantaran ide sainsnya seputar teori mengembang dan tenggelam. Menurut cerita, pada suatu hari ia diminta raja Hieron II untuk menyidik apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tak. Archimedes memikirkan duduk perkara ini dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan meceburkan dirinya dalam kolam mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangun berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya , “Eureka . Eureka” yang artinya “sudah kutemukan. sudah kutemukan”.
         Archimedes hanya perlu memperoleh jumlah kuantitas emas yang dipakai untuk membuat mahkota itu, kemudian memilih berat jenisnya engan proses yang sama. Jika berat jenis mahkota itu tak sama, berarti emas itu mempunyai kandungan emas campuran. Ia berhasil menemukan cara mengetahui volume berat jenis benda tersebut dengan memasukkannya ke dalam air. Kemudian, mengukur berapa kaya air yang didorong oleh benda tersebut. Ia juga dikenal sebagai maatematikawan yang sangat hebat, salah satu penemuannya merupakan menemukan rumus bangun datar dan volume bangun ruang. Kembali ke daftar Tokoh

         Blaise Pascal lahir pada tanggal 19 Juni 1623 di Perancis. Dia lahir di keluarga kaya raya. Ayahnya merupakan penasehat kerajaan yang kemudian diangkat sebagai presiden organisasi the Court of Aids di kota Clermont. Sejak usia empat tahun Pascal telah kehilangan ibunya. Pascal dikenal sebagai seorang anak yang cerdas walaupun ia tak menempuh pendidikan di sekolah formal. Di usia 12 tahun, ia sudah sanggup membuat sebuah mesin penghitung untuk membantu pekerjaan ayahnya. Karya-karyanya terus bertambah mulai dari merancang bangunan segienam (hexagram), menemukan prinsip kerja barometer, sistem kerja arloji, hingga kemudian ikut terlibat dalam pembuatan sistem transportasi bawah tanah kota Paris.
         Blaise Pascal kaya menuliskan karya di bidang matematika, diantaranya merupakan teori peluang. Teori peluang awalnya siinspirasi oleh duduk perkara perjudian. Pada tahun 1654, seorang penjudi yang berjulukan Chevalier de Mere menemukan duduk perkara perihal perjudian. Ketika Chevalier kalah dalam berjudi ia meminta Pascal untuk menganalisis duduk perkara kekalahan perjudiannya. Pascal menemukan bahwa sistem perjudian tak akan pernah berpihak kepada pemain judi. Artinya peluang seorang pemain judi untuk kalah jauh lebih besar daripada peluang menang. Dia juga mendiskusikan duduk perkara peluang dengan matematikawan populer yang lain adalah Pierre de Fermat (1601-1665). Mereka berdiskusi pada tahun 1654 antara bulan Juni dan Oktober melalui 7 buah surat yang ditulis oleh Blaise Pascal dan Pierre de Fermat yang membentuk asal bencana dari teori peluang. Kembali ke daftar Tokoh