Tokoh Matematikawan : Rene Descartes, Khawarizmi, Galileo, Pythagoras, Dan Karl Pearson

Posted on

         Pondok Soal.com – Untuk artikel kali ini kita akan mengenal lima tokoh Matematikawan yang berjasa dalam bidang Sistem Koordinat, Ajabar, Fungsi, Persamaan Garis Lurus, Teorema Pythagoras dan Statistika. Langsung saja Berikut nama Tokoh dan Ulasannya.

Rene Descartes (1596 – 1650) 

           Rene Descartes dikenal sebagai Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin, merupakan seorang filsuf dan Matematikawan Perancis. Beliau mempersembahkan pinjaman yang penting yaitu penemuannya ihwal geometri analitis, yang kesannya dikenal sebagai pencipta “Sistem Koordinat Cartesius“, yang mempengaruhi perkembangan kalkulus modern dan menyediakan jalan buat Newton menemukan kalkulus. Beliau menawarkan bantuan yang besar dalam kemajuan di bidang matematika, sesampai kemudian dipanggil sebagai “Bapak Matematika Modern”.

         Descartes merupakan salah satu pemikir paling penting dan besar lengan berkuasa dalam sejarah barat modern. Metodenya ialah dengan mewaspadai semua pengetahuan yang ada, yang kemudian mengantarkannya pada kesimpulan bahwa pengetahuan yang ia kategorikan ke dalam tiga bab sanggup diragukan, yaitu pengetahuan berasal dari pengalaman inderawi sanggup diragukan, fakta umum ihwal dunia semisal api itu panas dan benda yang berat akan jatuh juga sanggup diragukan, dan prinsip-prinsip logika dan matematika juga ia ragukan. Dari keraguan tersebut, Descartes hendak mencari pengetahuan apa yang tak sanggup diragukan yang kesannya mengantarkan pada premisnya Cogito Ergo Sum yang artinya “aku berpikir maka saya ada“.
         Rene Descartes, salah satu penemuannya merupakan ihwal “kemiringan” pada persamaan garis lurus. Kemiringan memilih posisi suatu garis terhadap koordinat $ x \, $ dan koordinat $ y . \, $ Banyak jago matematika mengakui dia sebagai orang yang menemukan rumus kemiringan. Dia dikatakan telah menawarkan sebuah metode untuk memecahkan persoalan garis dan kemiringan dalam persoalan aljabar dan geometri.
         Rumus kemiringan dasar merupakan $ y = mx + b \, $ , sementara rumus kemiringan merupakan $ m = \frac{y_2-y_1}{x_2-x_1}. \, $ Descartes merupakan orang pertama yang memperkenalkan penyelesaian untuk kemiringan dan persamaan linear. Kembali ke daftar Tokoh

Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (780 – 850) 

           Muhammad bin Musa al-Khawarizmi biasa disebut Al-Khawarizmi merupakan spesialis matematika, astronomi, astrologi. Selama hidupnya, Al-Khawarizmi bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad, tempat dia berguru ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sansekerta dan Yunani.

Baca Juga:   Tokoh Matematikawan : Gabriel Cramer, Leonhard Euler, Dan Bernhard Riemann

         Kontribusi Al-Khawarizmi tak hanya berdampak pada matematika saja, tenamun juga dalam kebahasaan. Kata algoritma diambil dari kata Algorismi, pelatinan dari nama Al-Khawarizmi. Nama Al-Khawarizmi juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa portugis, Algarismo yang berarti digit. Di Inggris memakai istilah algoritm.
         Kata aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menuntaskan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku dia yang berjudul “ al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala ” atau “ Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Mekomplekskan dan Menyeimbangkan” yang ditulis pada tahun 820 Masehi. Buku pertama Al-Khawarizmi yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dikenal sebagai Liber algebrae et almucabala oleh Robert dari Chester dan juga oleh Gerardus dari Cremona.
         Karena pengaruhnya yang besar di bidang aljabar, Al-Khawarizmi dijuluki sebagai Bapak Aljabar. Namun, julukan itu diberikan pula pada Diophantus, sorang ilmuwan dari Yunani kuno. Kembali ke daftar Tokoh

Galileo (1564 – 1642) 

           Galileo dipandang sebagai salah seorang pakar awal ihwal Fungsi. Karyanya juga memperlihatkan bahwa dia orang yang mula-mula mengangkat konsep pemetaan antar himpunan. Pada tahun 1638, dia mempelajari persoalan ihwal dua bulat yang konsentris (terdapat sentra yang sama) dengan sentra di O. Diameter bulat pertama dua kali lebih panjang dari diameter bulat kedua.

         Secara kasat mata, kayanya titik pada bulat pertama mestinya lebih kaya bahkan cukup dua kali lebih kaya dari kayanya titik pada bulat kedua. Tapi, dia bisa membuat pemetaan atau fungsi yang memperlihatkan bahwa kayanya titik pada kedua bulat itu sama.
         Galileo termasuk orang yang tak ingin begitu saja mendapatkan suatu kenyataan. Dia selalu mempertanyakan kebenaran suatu fenomena. Bahkan dia berani mengambil perilaku yang berlainan dengan perilaku kekayaan orang pada jamannya. Bahkan dia juga berani berbeda pendapat dengan para pemimpin yang berkuasa. Dia mengenalkan teori Heliosentrisnya yang menyampaikan bumi lah yang mengitari matahari, bukan matahari yang mengitari bumi. Sayangnya, dia tak bisa meyakinkan secara ilmiah kebenaran pendapatnya sesampai kemudian dia dihukum. Kembali ke daftar Tokoh

Pythagoras (582 – 496 SM) 

           Pythagoras lahir di pulau Samos, di kawasan Ionia, Yunani Selatan. Salah satu peninggalan Pythagoras yang paling terkenal hingga kemudian ketika ini merupakan teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat sisi miring suatu segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat dari dua sisi-sisinya yang lain. Yang unik, ternyata rumus ini 1.000 tahun sebelum masa Pythagoras, orang-orang Yunani sudah mengenal perhitungan “Ajaib” ini. Walaupun fakta di dalam teorem ini telah kaya diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dianggap sebagai temuan Pythagoras, alasannya yakni ia yang pertama mengambarkan pengamatan ini secara matematis. Pythagoras memakai metode aljabar untuk menyatakan teorema ini.

Baca Juga:   Tokoh Matematikawan : Dedekind, Abul Wafa, Thales Dan Chebyshev

         Temuan lain yang ditemukan oleh Pythagoras merupakan rasio/perbandingan emas (golden ratio). Pada masa lalu, matematika memang tak hanya berkaitan dengan bilangan. Matematika dipakai untuk menjabarkan filsafat dan memahami keindahan. Termasuk golden ratio ini. Berdasarkan inovasi Pythagoras, ternyata kaya hal di alam semesta ini mengarah pada golden ratio. Cangkang siput, galur-galur pada nanas, dan ukuran badan pada bab atas insan dibandingkan bab bawahnya hampir niscaya mendekati golden ratio 1 : 1,618. Pythagoras juga membuktikan, semua benda yang memenuhi golden ratio senantiasa terdapat tingkat estetika yang sangat tinggi. Kalau alam semesta berlimpah dengan benda-benda dengan “ukuran golden ratio”, maka insan mesti membuat yang serupa demi menjaga keindahan tersebut. Bahkan, Pythagoras berprinsip bahwa “Segala sesuatu merupakan angka; dan perbandingan emas merupakan raja semua angka”. Kembali ke daftar Tokoh 
 

         Karl Pearson merupakan kontributor utama perkembangan awal statistika hingga kemudian sebagai disiplin ilmu tersendiri. Karl Pearson mendirikan jurusan Statistika Terapan di University College London pada tahun 1911, yang merupakan jurusan statistika pertama kali untuk tingkat universitas di dunia. Semenjak kecil, ayahnya mempengaruhinya semoga ia menuntaskan pendidikan di bidang undang-undang, yang simpulan mendorongnya untuk menekuni bidang undang-undang di University College School, London.
         Setelah menamatkan pendidikan bidang undang-undang ini, barulah Pearson berguru disiplin matematika di King’s College, cambridge. Ketekunannya dalam mempelajari matematika, dibuktikan dengan kaya sekali karangan buku-buku statistika yang menawarkan bantuan sangat besar terhadap perkembangan matematika khususnya statistika. Karl Pearson cukuplah bukan ilmuwan yang paling arif pada zamannya, cukup juga bukan ilmuwan yang paling populer, namun yang positif sekali, dia sudah berhasil menyebabkan matematika dan statistik menjadi ilmu yang sangat menarik. Cara dia memecahkan masalah, hati-hati dalam menterangkan, dan karya bukunya telah meransang pandangan gres kepada ilmuwan setelahnya. Kembali ke daftar Tokoh